Bojonegoro Petroleum Geopark National

by

Wonocolo adalah geosite di dalam Petroleum Geopark Bojonegoro, karena tempat ini tersingkap batuan yang mewakili sistem petroleum dan adanya pengambilan minyak tradisional di sumur-sumur tinggalan Belanda zaman dahulu.

Pengambilan minyak diambil secara tradisional dengan mesin-mesin mobil, menggunakan rig-rig dari kayu jati.

Puncak antiklin Wonocolo mempunyai ketinggian kurang lebih 450m di atas permukaan laut, sedangkan pengeboran paling dangkal sekitar 200m dari puncak lipatan.

Sehingga ketinggian minyak yang diambil di Wonocolo pada reservoir Wonocolo masih berada di atas permukaan laut.

Hal ini membuktikan bahwa pemboran minyak tradisional di Wonocolo adalah yang paling dangkal di seluruh Indonesia, bahkan dunia.

Geosite Wonocolo ini saat ini dikembangkan menjadi Wisata Geologi dengan sebutan Teksas Wonocolo, selain karena kondisi lingkungannya yang mirip dengan lokasi minyak Texas di Amerika.

Di Wonocolo juga terdapat Rumah Singgah yang menjadi learning center tentang minyak dan cara eksploitasi di Wonocolo.

Selain wonocolo, masih banyak geosite lain di Bojonegoro yang bertema minyak bumi dengan kondisi alam yang indah, diantaranya Kayangan Api di Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem, Dung Lantung di Desa Drenges, Kecamatan Sugihwaras dan lokasi temuan fosil gigi hiu purba di Desa Jono, Kecamatan Temayang.

Gambaran Geopark Bojonegoro akan kami sajikan dalam “Travel Dialogue dan Tourism Exhibition” Tgl 25 Mei 2018 di Ballroom hotel Grand Aston Yogyakarta
pukul 09.00 – 13.00 wib
Terbuka untuk umum

Dapatkan marchendise khas dari Bojonegoro.

Reservasi hubungi :
@enggarinimukti : 081259287676
didik. : 081231165855

About Author: Jonegoroan

Gravatar Image
Gunakan Bahasa Jonegoro dengan Hastag #Bojonegoro dan Mention ke @Jonegoroan jangan lupa gabung ke FP Jonegoroan dan Group Kosa Kata Asli Jonegoroan - Lestarikan Bahasa LOKAL