Home / Kuliner / Pecel Contong

Pecel Contong

Pecel Contong, Depot Kudus 2 ( belakang Toko Matahari ) Jl. Diponegoro, Bojonegoro.

Pecel Contong, Depot Kudus 2 BojonegoroSeperti biasanya sepulang kuliah aku dan 4 temenku selalu ada acara kuliner, sembari makan siang gtu dech… tapi minggu itu Ayu dan Tika ada acara gk bisa ikut. It’s oke cuma aku, Anis dan Ifa. Dan menu yang kita pilih hari itu adalah “Pecel” pasti nggak asing dong dengan nama itu. Yapss.. tidak butuh waktu lama buat nentuin Pecel mana yang mau kita hajar. Di Otak langsung muncul “Pecel Contong”. Aku dan keluarga sering beli disitu, terlebih pas bulan puasa. Hemmzzz… ASLI mantebz banget makan sahur pakai menu Pecel Contong… (hohoo.. jadi laper aku)

Onyz5146

“Pecel Contong” menu ini bisa temen2 temukan di Depot Kudus 2 yang lokasinya ada di Jl. Diponegoro (Belakang Toko Matahari). Namanya aja pecel contong ya gak heran dong kalo pakai daun pisang (piring kan gak bisa di contong :p ). Pecel yang manteb jadi makin manteb kena aroma alami daun pisang, hemm… jadi lahab dech maemnya. Tenang aja, meski tempatnya bagus Harganya sangat bersahabat kok cuman Rp. 5.000/porsi. Kalo temen2 menghendaki lauk tambahan seperti telur ceplok, ayam goreng, telur asin dan lainnya juga ada disini. Serius dech bumbu pecelnya tu enak banget. Selain itu tempatnya juga mendukung, Lega, Strategis, Nyaman, Halaman Parkir juga luas. Untuk minumannya juga berfariasi ada Es Jerman, ES Teman dsb. Hehee…  kreatif ya yang bikin nama minumannya. Depot Kudus 2 atau lebih dikenal dengan sebutan “Pecel Contong” ini buka setiap hari mulai jam 07.00 sampai jam 22.00. Ati-ati ya kalo ke sini jam istirahat kantor, Bakalan rame. Antrian panjang hehee.. 😀

IMG_0333

Pe-Cel. Pecel adalah makanan Khas Asli Indonesia. Hampir semua daerah mempunyai kreasi dan khas cita rasa tersendiri dalam penyajian nasi dengan siraman bumbu kacang dan beberapa rempah2 ini, termasuk di Kota Bojonegoro. Untuk Pecel Bojonegoro bumbunya lebih coklat dan rasanya lebih kuat ke pedas-asin. Beda dengan di daerah Jawa Tengah yang pecelnya lebih putih dan lebih menonjolkan rasa manis. Selain di lihat dari bumbu, kreasi pecelannya (sayurannya) pecel Bojonegoro juga mempunyai khas yaitu lebih ke daun ketela rambat, kacang panjang, bunga turi dan kecambah (kacang hijau ataupun Lamtoro) dengan sedikit tambahan lamtoro dan timun cacah. Kalau di daerah Surabaya lebih ke daun semanggi ada juga yang pecelannya pakai daun sawi hijau. Sedangkan di daerah selatan Madiun-Ponorogo pecelannya lebih ke Daun kenikir, kacang panjang dan kecambah kacang hijau dengan tambahan timun cacah dan daun kemangi. Jika dilihat dari lauknya pun beraneka ragam kalo di Bojonegoro lidah masyarakat lebih cocok kalau nasi pecel itu dengan lauk tempe goreng tepung, telur dadar, rempeyek kacang tanah dan kerupuk. Kalau di Surabaya lebih ke tempe goreng tepung, rempeyek udang/teri nasi dan dadar jagung (pelas kalo orang Bojonegoro bilang). Lain lagi dengan daerah selatan lebih ke lauk tempe, sate usus dan rempeyek kedele hitam. Itu sekilas penampakan pecel warisan kuliner Indonesia yang sangat beraneka ragam yang bisa temen2 temukan ke unikannya di tiap daerah. Pecel Bojonegoro yang khas bumbunya lebih coklat, kental dan rasanya pedas-asin, Emang mantebz… ini satu buktinya…  ^_^

#Soo… ChaiyOooo Kuliner Bojonegoro, Chaiyoo Pecel Bojonegoro… 🙂 “Karena Pecel gak cuma Madiun”  😉

7 comments

  1. aduhh…mbak e ayuneee…. @_@

  2. aaz,
    namanya juga mbak2, nek mas2 ya ganteng.. 😀

  3. Kalo nggak salah deket deket rumas sakit ya.
    Yang makannya lesehan

  4. Padahal sudah punya cita – cita mau ke sana waktu pulang lebaran kemarin.
    Tapi, sayang banget gak sempet mampir pas lebaran kemarin.
    Habis waktunya nggak keburu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*